Selasa, 23 Juli 2019

KREATIVITAS KERAJINAN TANGAN DARI BAMBU OLEH KELOMPOK KKN 101 UTM DESA MASARAN, BANGKALAN MADURA

Produced by KKN 101 UTM 2019 Genap
Salah satu produk uggulan yang dilakukan Kelompok KKN 101 Universitas Trunojoyo Madura yaitu memanfaatkan bambu yang merupakan simbol dari  desa ini, menjadi nilai jual yang tinggi. Pemanfaatan kerajinan bambu harus bisa lebih ditingkatkan serta teknik pengelolaan bambu lebih di kembangkan lagi agar kerajinan bambu lebih beragam dan menarik.
Metode yang dilakukan dalam program kerja ini yaitu sosialisasi dan pelatihan pemberdayaan dari pemanfaatan bambu untuk diolah menjadi kerajinan bambu kreatif, Kerajinan yang di buat oleh kelompok KKN 101 hanya menggunakan teknik yang tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan alat berat dalam meproduksinya. Salah satunya pembuatan kapal layar, kerre atau tirai bambu dan tempat sampah.

Tata cara pembuatan :
·         Pemotongan bambu
Langkah pertama adalah pemotongan bambu, bambu dipotong harus sesuai dengan keinginan dan apa yang akan kita buat;
·         Penipisan/penghalusan bambu
Langkah kedua dalam penghalusan harus sesuai dengan yang dibutuhkan, penghalusan bisa menggunakan cuter agar lebih mudah dalam prosesnya;
·         Perakitan/pengeleman bahan
Apabila semua bahan sudah disiapkan atau sudah sesuai dengan keinginan, maka proses selanjutnya adalah pengeleman, proses ini sesuai dengan apa yang yang kita buat atau kita inginkan;
·         Amplas
Langkah selanjutnya apabila sudah di lem atau sudah berbentuk, maka bisa di amlpas agar bambu yang sebelumnya menjadi halus;
·         Pleatur/pernis
Apabila sudah selesai semuanya, langkah selanjutnya adalah proses pleatur atau pernis sesuai dengan keinginan kita.


1.      Kerajinnan kapal layer 

Proses penghalusan bambu
Alat dan bahan
Proses perakitan prahu
Produk Unggulan KKN 101 UTM 2019



2. Kerajinan tempat sampah dari bambu


Bahan dasar produk unggulan bamboo kreatif

Proses pengecatan tempat sampah

Produk Unggulan KKN 101 UTM 2019

Sasaran dari program ini ditujukan kepada pemuda-pemuda masaran yang tujuannya untuk meningkat kekreatifan dalam memanfaatkan bambu. Dengan adanya kegiatan unggulan ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian warga Desa Masaran.

Sabtu, 20 Juli 2019

MEMPERINGATI HARI ANAK NASIONAL, KELOMPOK KKN 101 UTM 2019 MENGADAKAN LOMBA UNTUK ANAK-ANAK

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 juli, mahasiswa KKN 101 Universitas Trunojoyo mengadakan sebuah kegiatan lomba yakni balap karung, dan tarik tambang yang dilaksanakan di depan halaman Posko. Lomba ini ditunjukan untuk anak-anak khususnya anak Sekolah Dasar (SD) yang ada di Desa Masaran.
Kegiatan lomba ini berjalan dengan lancardan mendapat respond an antusias yang tinggi dari warga sekitar, hal ini terbukti dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan lomba. Tujuan dari diadakan lomba ini, agar peserta memiliki semangat juang yang tinggi untuk menggapai apa yang di inginkan, serta memiliki rasa solidaritas yang tinggi antar sesama dan menanamkan nilai gotong royong sejak dini. Selain mendapat antusias yang tinggi dari para peserta lomba, kegiatan ini dirasa menyenangkan karena kegiatan ini berlangsung sangat seru, banyak adegan yang lucu-lucu yang membuat bagi masyarakat yang turut  menghadiri dan memeriahkan acara lomba tersebut.
Berikut beberapa dokumentasi keseruan lombanya :


Jumat, 19 Juli 2019

PEMBUATAN DAN PEMASANGAN PLANG DESA PADA SETIAP DUSUN DI DESA MASARAN

Produced by KKN 101 UTM 2019 Genap

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 101 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Desa Masaran, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan mengadakan kegiatan pemasangan plang di 8 titik desa Masaran pada Sabtu (20/7/2019).
Kegiatan tersebut diikuti oleh perangkat desa, Warga sekitar dan seluruh peserta KKN 101 UTM. Perangkat desa turut serta dalam pemasangan plang jalan ini. Tidak hanya itu, namun warga di Desa Masaran juga ikut berpartisipasi dalam pemasangan plang jalan.
Setelah melihat plang jalan desa ini sudah rapuh dan tidak layak dilihat, dari sini mahasiswa KKN 101 UTM memiliki program yang baik untuk lebih memajukan desa tersebut.
“Karena Plang jalan yang dulu sudah rapuh dan tidak layak dilihat, pemasangan plang memang bagus dilakukan agar masyarakat sekitar tahu dan selalu mengingat jalan yang ada di Desa Masaran ini, karena setiap nama jalan/Dusun disini memiliki cerita” ungkap Bapak Fauzan salah satu warga Desa Masaran.
Total pemasangan plang ada 8 titik. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat. Warga dan peserta KKN antusias bergotong royong memasang plang jalan. (KKN101)
Pemberian Plang nama dusun disebagian dusun berfungsi untuk memberikan petunjuk arah,perbatasan dusun ataupun desa bagi masyarakat asli masaran maupun luar masaran yang sedang melewati desa masaran.

Kamis, 18 Juli 2019

PEMBELAJARAN APLIKASI 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) YANG DILAKSANAKAN OLEH KKN 101 UTM DI SDN MASARAN


3R merupakan salah satu solusi dalam menjaga lingkungan dengan cara pemanfaatan barang bekas yang terdiri dari reduce, reuse dan recycle. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang berakibat sampah. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Sedangkan recycle berarti mendaur ulang sampah menjadi barang baru yang bermanfaat. Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk mengajarkan kepada siswa siswi SD Negeri Masaran agar mereka memahami cara memilih barang-barang bekas yang dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat seperti pot vertical garden dari botol plastik tak terpakai.



Selain itu kegiatan ini dilakukan untuk mengingatkan kepada siswa siswi SD  Negeri Masaran untuk menjaga lingkungan dari adanya penumpukan sampah, sehingga mereka dapat berkreasi untuk  mendaur ulang beberapa barang bekas secara mandiri.


Minggu, 14 Juli 2019

MENGEMBANGKAN KRUPUK PULI ORIGINAL MENJADI KRUPUK PULI BERINGAS OLEH KELOMPOK KKN 101 UTM


Potensi yang ada dalam bidang industri di desa masaran ini, salah satunya adalah sebagai produsen kerupuk, khususnya krupuk puli. Dimana kelompok KKN 101 Universitas Trunojoyo Madura menginovasi dari kerupuk puli original menjadi kerupuk puli pedas. Metode yang dilakukan dalam program kerja ini yakni sosialisasi dan praktek, sasaran dari kegiatan ini untuk masyarakat (ibu-ibu). Tujuan dari program ini yaitu untuk menumbuhkan minat masyarakat dalam membuat kerupuk puli yang mulai di tinggalkan, serta meningkatkan nilai ekonomi melalui penjualan kerupuk puli yang diinovasikan dengan rasa pedas.

Berikut adalah Tutorial atau proses pembuatan kerupuk puli bringas (pedas)


Bahan-Bahan :

1.      Tepung Kanji
2.      Tepung Terigu
3.      Bawang Putih
4.      Garam
5.      Obat Kerupuk Puli
6.      Air
7.      Cabe
8.      Minyak Goreng
9.      Penyedap Rasa (Micin)
10.  Karet Gelang


Alat-Alat :

1.      Cobek
2.      Ulek
3.      Pisau
4.      Baskom
5.      Sendok
6.      Wajan
7.      Sutel
8.      Plastik adonan
9.      Panci
10.  Cangkir Kecil
11.  Talenan


Cara Pembuatan Kerupuk Puli Pedas :

1.      Masukkan tepung terigu, tepung kanji, garam,penyedap rasa kedalam baskom

2.      Haluskan bawang putih, cabe dan obat puli

3.      Masukkan bumbu yang telah dihaluskan kedalam baskom (yang berisi tepung)

4.      Masukkan air sebanyak 1 botol air mineral ukuran 600 ml.

5.       Aduk adonan hingga tercampur merata

6.      Masukkan adonan yang sudah tercampur merata ke dalam plastik

7.      Ikat ujung plastik dengan karet gelang

8.      Rebus air dalam panci

9.      Masukkan adonan krupuk (yang sudah dimasukkan plastik) ke dalam air mendidih

10.  Tunggu hingga adonan matang (mengapung/terangkat di atas)

11.  Angkat dan tiriskan

12.  Tunggu semalaman agar adonan mengeras dan mudah dipotong

13.  Setelah dipotong sesuai selera, jemur selama kering (1-2 hari)

14.  Setelah kering, goreng pada minyak panas hingga mengembang

15.  Angkat dan tiriskan

16.  Kerupuk puli siap diddisajikan
Bahan Mentah setengah jadi
Jika sudah kering, krupuk puli pedas siap di goreng

Proses penjemuran krupuk


Nahh.. inovasi krupuk puli bringas (pedas) sudah siap di pasarkan dan di konsumsi langsung
Produk unggulan kkn 101


Kamis, 11 Juli 2019

MAHASISWA KKN KELOMPOK 101 UTM MELAKUKAN SENAM BERSAMA WARGA DESA MASARAN


Olahraga mirip obat yang memiliki sejuta manfaat. Banyak penyakit yang mudah dicegah dengan berolahraga secara teratur. Olahraga juga dipercaya sebagai sarana yag bagus utuk meggapai hidup yag sehat. Senam merupakan salah satu olahraga yang sangat bermanfaat untuk penyembuhan dan terapi beberapa jenis penyakit. 

Mahasiswa KKN kelompok 101 melaksanakan kegiatan senam bersama dengan Warga dan anak-anak Desa Masaran. Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali dalam sebulan, pada pukul 06.00 WIB tanggal 4 dan 11 juli 2019 di Halaman Posko KKn 101 Universitas Trunojoyo Madura. Tujuan dari diadakannya senam ini agar tubuh menjadi sehat dan melatih kekompakan pada anak-anak di usia dini. Manfaat dari senam sendiri adalah menyehatkan tubuh, menjaga kekuatan otot, meningkatkan kelincahan tubuh, meningkatkan keluwesan tubuh dan kebugaran tubuh.

Minggu, 07 Juli 2019

KEGIATAN BAKTI SOSIAL OLEH KELOMPOK KKN 101 DI DESA MASARAN


Masaran, 7 juli 2019. Kebersihan merupakan hal yang amat penting untuk berlangsungnya suatu kehidupan. Dimana hidup yang bersih akan memciptakan jiwa yang sehat, oleh karena hal itu kami kelompok KKN 101 Universotas Trunojoyo Madura melaksanakan kegiatan bakti sosial yaknk kegiatan bersih desa di desa Masaran. Kegiatan ini dilangsungkan secara berkala yakni dua minggu sekali padaa tanggal 07 juli 2019 dan 21 juli 2019.

Tempat yang dituju untuk kegiatan ini yakni bertempat di majid, madrasah beserta jalan-jalan di Desa Masaran. Selain minimnya tempat sampah yang tersedia di tempat-tempat umum, minimnya kesadaran masyarakat akan lingkungan yang semakin memperburuk keadaan di desa Masaran.
Untuk memberikan himbauan kepada masyarakat desa Masaran, Kelompok KKN 101 memberikan tempat sampah yang dibuat dari bambu, yang mana bambu disini merupakan bahan yang melimpah yang ada di Desa Masaran. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan kelompok KKN 101 bersama warga desa Masaran mulai pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB.


Jumat, 05 Juli 2019

BIMBINGAN LES BAHASA INGGRIS OLEH KELOMPOK KKN 101 DI DESA MASARAN


Kondisi pendidikan di desa ini masih rendah, desa ini lebih kental akan keagamaannya daripada pendidikan formal. Program ini dilaksanakan dengan maksud meningkatkan minat belajar bahasa inggris anak-anak Desa Masaran. Harapan dari mahasiswa KKN ini mampu mengubah konsep pola pikir warga, bahwa menguasai bahasa inggris itu sangat penting, terlebih dalam era globalisasi dan teknologi saat ini. Sehingga pemuda-pemudi di desa ini dapat mampu bersaing dalam bidang dunia kerja.

Nama program            : Les Bahasa Inggris
Tujuan                                     : Meningkatkan minat anak-anak desa belajar bahasa inggris
Sasaran                                    : Anak-anak warga sekitar
Pelaksanaan                             : Hari jum’at siang dan minggu pagi
Lokasi                                     : Teras depan posko KKN 101
Alat/media                              : ATK dan papan tulis

Senin, 01 Juli 2019

PENYERAHAN KELOMPOK KKN 101 KEPADA PERANGKAT DESA




KKN (Kuliah Kerja Nyata) merupakan kegiatan yang wajib dilaksankan oleh mahasiswa di suatu Universitas. Seperti halnya pada Universitas Trunojoyo Madura. KKN selain untuk memenuhi SKS  (Satuan Kredit Semester) yang nantinya dapat digunakan untuk melanjutkan ke proses pembelajaran ketingkat yang lebih tinggi juga untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. 
Pada tanggal 1 Juli 2019, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura memulai pelaksanaan KKN, Seperti halnya kelompok KKN 101 yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Masaran Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan yang berangotakan 6 mahasiswa dan 9 mahasiswi, dengan tema “Pengembangan dan pemanfaatan Potensi Desa Masaran". 
Pada tanggal 1 Juli 2019, dengan didampingi oleh Ibu Galuh Widitya Qomaro, M. H. I selaku Dosen pembimbing lapangan (DPL) kelompok KKN 101 berangkat menuju desa Masaran  dan disambut oleh perangkat desa kemudian DPL menyerahkan kelompok KKN 101 kepada perangkat desa untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang  nantinya akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 2019 sampai dengan 26 Juli 2019.