Kalau anda mengira
bahwa abon hanya terbuat dari daging sapi, ayam atau daging lele saja, anda
salah. Tahukah anda bahwa mahasiswa KKN UTM berhasil membuat terobosan baru
dengan megolah bonggol pisan menjadi abon. Cara mengolah abon bonggol pisang
yaitu pertama pilih bonggol pisangnya dari pohon yang sudah pernah berbuah. Potong
bonggol pisang menjadi bagian lebih kecil. Kemudian cuci dengan air agar bersih
dari tanah yang menempel. Parut bonggol pisang menjadi bentuk yang lebih tipis,
karena semakin tipis potongan bonggol semakin cepat.
Sabtu, 12 Agustus 2017
Jumat, 11 Agustus 2017
PETERNAKAN
Selain
berprofesi sebagai petani masyarakat desa Masaran juga bertenak. Namun,
masyarakat desa Masaran beternak bukan menjadi satu-satunya atau profesi tetap
harian mereka. Masyarakat desa masaran beternak hanya untuk mengisi waktu
luang. Sehingga peternakan yang mereka lakukan hanyalah peternakan dalam skala
kecil atau skala rumahan.
Pendapatan dari hasil peternakan
tidak menjadi patokan atau tidak menjadi tulang punggung pemasukan untuk
menghidupi keluarganya. Bahkan tak jarang masyarakat desa masaran beternak
hanya untuk di konsumsi sendiri. Hanya ada beberapa peternak yang mempunyai
ternak dalam skala untuk di jual.
Profesi peternakan di desa masaran
ada banyak macamnya, antara lain:
1. Ternak
bebek terbagi menjadi dua yaitu ternak bebek rumahan dengan masa tinggal selama
7 bulan. Mulai dari kecil hingga bebek bertelur. Yang kedua adalah bebek
potong, dimana bebek potong ini dipelihara selama 40 hari. Namun, bebek potong
ini harus makan pur dan bebek potong ini hanya dapat dimanfaatkan dagingnya
saja. Sayangnya, masyarakat desa masaran hanya beternak bebek biasa atau bebek
rumahan.
2. Ternak
ayam di desa masaran menjadi salah satu prioritas peternakan yang diandalkan
oleh masayarakat desa masaran. Masa ternak ayam kampung selama 6 bulan hingga
ayam bertelur dan bisa dijual.
3. Ternak
sapi tidak terlalu di minati oleh masyarakat desa masaran. Karena ternak sapi
memiliki masa ternak yang cukup lama sehingga masyarakat desa masaran tidak
terlalu diminati. Dengan luasnya lahan pertanian yang ada di desa masaran
seharusnya masyarakt lebih giat dalam beternak sapi. Karena lebih mudah
mendapatkan pakan.
Dari macam-macam peternak diatas yang tetap
berpenghasilan besar adalah ternak ayam, selanjutnya adalah ternak bebek dan yang
terakhir adalah ternak sapi.
PERTANIAN
Secara garis besar mayoritas tingkat ekonomi
masyarakat masaran adalah menengah ke bawah. Hal ini dapat terlihat dengan
penghasilan pertanian yang sangat minim dan juga dapat dilihat dari banyaknya
orang-orang yang merantau ke Surabaya dan Malaysia.
Walaupun hasil pertanian tidak dapat
di andalkan, mayoritas kaum petani
tidak punya inisiatif untuk alih profesi karena tidak punya kecakapan hidup dan
keterampilan lain selain bertani. Banyak dari anak muda lebih memilih untuk
bekerja di Surabaya
sebagai kuli bangunan karena tidak bisa mengharapkan hasil pertanian. Hal ini di
dukung dengan mudahnya akses menuju Surabaya
semenjak adanya jembatan Suramadu. Perjalanan yang harus di tempuh untuk menuju
surabaya setiap hari tentunya mempunyai resiko tersendiri. Namun, masyarakat
tidak berfikir tentang hal itu, yang penting dapur tetap menanak nasi.
Pertanian di desa Masaran ada banyak
macamnya, antara lain :
1. Jagung
memiliki masa tanam selama 70 hari terhitung semenjak penyebaran benih hingga
panen. Penanaman jagung ini dilakukan hanya ketika musim kemarau tiba karena
ketika musim kemarau pengairan sawah mulai terbatas sehingga pada saat musim
hujan dimanfaatkanpetani untuk menanam padi.
2 2. Padi
memiliki masa tanam selama 3 bulan dengan mulai tanam sampai panen. Masa tanam
padi hanya di lakukan pada musim hujan karena pada musim kemarau terkendala
irigasi yang dapat mengairi sawah.
3 3. Kacang
tanah dengan masa tanam 3 bulan. Umumnya kacang tanah di desa Masaran ditanam
secara berbarengan dengan jagung pada musim kemarau.
4 4. Singkong
memiliki masa tanam selama 7 bulan hingga singkong itu dapat di panen. Di desa
Masaran singkong di tanam pada halaman kosong samping rumah atau tanah kosong
yang bukan berupa tanah sawah.
Dari macam-macam hasil pertanian tersebut yang
tetap berpenghasilan besar adalah petani padi. Jagung adalah hasil pertanian
yang bisa menjadi tulang punggung pendapatan masyarakat pada saat kemarau.
Sedangkan kacang dan singkong hanya sebagai pengisi lahan kosong apabila
masyarakat desa masaran ingin memnfaatkan lahan kosong yang dimilikinya.
SEJARAH MASARAN
Sejarah Desa Masaran kiranya tidak akan terlalu jauh lepas dari sejarah Kerajaan Pacangan. Kata
Masaran sendiri berasal dari kata Pasaran/pasar. Dimana pada masa itu, Desa Masaran digambarkan
sebagai pasar besar Kerajaan (tempat berkumpulnya
para saudagar/pedangan). Tidak nampak jelas bagaimana sejarah pasar besar itu,
karena memang Masaran
dan Pacangan menjadi satu kesatuan utuh wilayah Kerajaan. Menurut salah satu
sumber yang telah diwawancarai tetapnya di Dusun Nyantren, Desa Masaran
merupakan salah satu tempat pertapaan Raja Pacangan yakni bernama Abidarba.
Kebanyakan sesepuh Desa yang ditemui lebih paham mengenai sejarah Kejaraan
Pacangan dari pada fokus ke Pasaran/Desa Masaran sendiri. Para sesepuh Desa
lebih tertarik membahas mengenai hubungan antara Pacangan dan Pulau Mandangin.
Pada saat itu Kerajaan Pacangan dipimpin oleh
seorang Raja yang bernama Bidarba, dengan selirnya yang kecantikanya begitu tersohor yakni Ratu
Ragapadmi. Dikarenakan adanya kecemburuan perasaan dan iri akhirnya sang Ratu
pertama memutuskan untuk menyihir kecantikan Ratu Ragapadmi dengan ilmu hitam.
Rencana yang telah dicanangkan oleh sang selir lama sang Raja akhirnya
membuahkan hasil, disekujur tubuh Ratu padmi dipenuhi oleh nanah dan darah yang
berbau tak
sedap hingga Raja bidarba pun tak sampai hati melihatnya.
Untuk menghindari penyebaran berita tersebut
dikalangan masyarakat/rakyat luas akhirnya Raja
Bidarba mengambil inisiatif untuk mengasingkan Ratu Padmi tentunya tanpa
diketahui oleh masyarakat luas. Akhirnya keputusan yang diambil oleh Raja
Abidarba adalah mengutus patih
kepercayaannya Bangsa care
untuk mengasingkan Ragapadmi.
Atas titah sang Raja, Bangsacara akhirnya
mengasingkan Ratu padmi.
Sebagai imbalan dari pengasingan tersebut adalah Bangsacara berhak untuk
menikahi Ratu padmi baik dalam keadaan sembuh atau masih sakit. Meskipun
demikian, dalam hati Bangsacara tentu saja masih ada batas-batas tertentu
antara dia dengan Ragapadmi, dimana bagaimana pun Ragapadmi masih menjadi istri
sah Raja Bidarba.
Akhirnya Bangsacara membawa Ratu Padmi menuju ke
rumah Ibundanya di Tanjung (Desa dekat pantai di Kecamatan Camplong Kabupaten
Sampang). Diperjalanan keadaan Ragapadmi tak kunjung membaik malah tambah
memburuk. Nanah bercampur dengan darah berbau amis selalu keluar dari permukaan
kulit Ragapadmi. Namun, Bangsacara tetap setia menemani Ragapadmi karena titah
sang Raja.
Hari demi hari terus berganti, akhirnya Ragapadmi
dan Bangsacara sampai ditempat tujuan. Ibunda Bangsacara sangat ramah menyambut
anaknya yang membawa seorang perempuan berpenyakit kulit mengeringakan yang
tidak lain adalah Ragapadmi. Ibunda Bangsacara awalnya keberatan, namun setelah
mengetahui bahwasannya
itu adalah sang Ratu, akhirnya ibu Bangsacara menerimanya. Karena kesabaran dan
kesetiaannya Ratu padmi sedikit demi sedikit menaruh hati ke Bangsacara.
Setelah mengasingkan Ratu padmi akhirnya Bangsacara
kembali ke Kerajaan Pacangan. Karena tersebar Desas desus mengenai kondisi Ratu
Padmi dan pernikahan sang Ratu dengan Bangsacara, akhirnya sang Raja Bidarba
memerintahkan Bangsacara untuk mengatakan kepada masyarakat Kerajaan Pacangan
bahwa Raja Bidarba tidak mengasingkan Ragapadmi dan Bangsacara tidak menikah
dengan Ragapadmi. Meskipun hal ini di luar batas kebenaran, demi membela
kehormatan Kerajaan, Bangsacara bersedia melakukan apa yang diperintahkan oleh
Raja dengan mengatakan kepada masyarakat bahwa Ragapadmi hanya sekedar
melakukan semedi di daerah jauh yang sepi dari kerumuanan orang banyak, dan hal
tersebut berdasarkan permintaan Ragapadmi sendiri, sedangkan Bangsacara hanya
bertugas sebagai pengawal sang permaisuri saja. Berkat deklarasi dari
Bangsacara, masyarakat kembali percaya kepada Raja Bidarba dan menyelamatkan kemuliaan
istana.
Bangsacara memperoleh imbalan dari Raja berkat
kesetiaan yang dilakuaknnya kepada Kerajaan dan membela kehormatan Kerajaan
dengan menaikkan peran Bangsa cari
sebagai panglima utama pasukan perang Kerajaan Pacangan dan menggantikan
kedudukan Bangsapatih. Hal ini tentu membuat Bangsapatih geram dengan tindakan
Bangsacara yang semena-semena mengambil pangkat Bangsapatih, padahal pada
kenyataannya Raja Bidarbalah yang memberikan jabatan itu kepada Bangsacara
karena dianggap sebagai oarang yang pantas memimpin pasukan prajurit Pacangan.
Pada suatu hari ketika Bangsacara pulang ke rumah
ibundanya. Tiba-tiba seorang perempuan berparas cantik keluar dari dalam rumah
dan menampakkan senyumnya serta menyambut Bangsacara dengan lembut dan senyuman
yang menawan. Dalam hati Bangsacara berdesis baru kali dia menemukan gadis yang
sangat cantik rupawan.
Bangsacara berkata kepada Ragapadmi : “Permaisuri
menjadi sangat cantik lagi sekarang. Hamba harus membawa Permaisuri kembali ke
istana. Baginda tentu akan senang Permaisuri datang kembali ke sana”. Namun,
Ragapadmi justru menjawab : “ Tidak, Baginda telah memberikan aku kepadamu dan
menyuruhmu menjadikanku sebagai isterimu”.
Mungkin selama ini tanpa disadari, Bangsacara telah
jatuh hati kepada Ragapadmi namun masih di dipendamnya, mengingat Ragapadmi
masih berstatus sebagai isteri Rajanya. Namun dengan jawaban Ragapadmi seperti
itu akhirnya keraguannya mencair. Dan lalu keduanya memutuskan menikah dan
hidup bahagia disalah satu Desa di Pulau Mandangin.
Karena Bangsacara lama tidak menghadap, Rajapun yang
menjadi khawatir dan lantas mengutus Bangsapati ke rumah Bangsacara. Bangsapati
terkejut melihat Ragapadmi yang telah cantik kembali bahkan lebih cantik dari
kecantikan semula. Lebih terkejut lagi ketika mengetahui bahwa Bangsacara telah
menikah dengan Ragapadmi.
Karena merasa iri dengan Bangsacara, akhirnya
Bangsapati melakukan segala cara untuk membunuh patih Bangsacara. Salah satunya
adalah memfitnah Raja bahwasana sang Raja memerintahkannya (Bangsapati) untuk
membunuh patih Bangsacara.
Akhirnya diajaklah Bangsacara ketepi pantau oleh
Bangsapati untuk dibunuh, namun karena kehebatannya, patih Bangsacara sulit
untuk dibunuh.
Mengingat
itu titah sang Raja, akhirnya Bangsacara berkata: tidak ada manusia yang tidak
bisa mati, semua manusia pasti mati. Lalu patih Bangsacara tersebut
memperlihatkan senjatanya (gaman). Dan berkata;
“kalau kalian ingin membunuhku pakalah senjata
(gaman) ku ini”
Namun disela-sela proses eksekusi tersebut terjadi
perdebatan karena patih Bangsapati berubah fikiran. Tetapi karena kesetiaan Bangsacara
kepada sang Raja akhirnya Bangsacara membuka senjatanya (gaman). Dan akhirnya
secara tidak sengaja Bangsacara tertusuk senjatanya sendiri dan terapung di
lautan.
Setelah Bangsacara meninggal akhirnya patih
Bangsapati membawa lari Ratu patmi dengan menyebrangi lautan untuk dibawa ke
Kerajaan. Di pertengahan jalan Bangsapati akhirnya mati karena memiliki fikiran
kotor kepada Ratu Padmi, jasadnya ditemukan terapung di tengah lautan, namun
jasad Ratu padmi hilang tidak ditemukan.
Suatu hari, seorang pedagang yang juga seorang
saudagar kelapa menemukan mayat terapung yakni sang patih Bangsacara. Terkejut
dengan jasat yang ia temukan, kemudian sang saudagar bimbang antara
menguburkannya atau menjual dagangannya. Karena tidak mempunyai biaya serta
dagangnnya belum laku akhirnya sang pedagang memutuskan untuk menjual kelapanya terlebih
dahulu tanpa mengangkut
mayat tersebut sembari berjanji kalau dagangnnya laku dia akan kembali dan
menguburkan mayat tersebut. Sampai
di pasar akhirnya batok kelapanya
laku semua, pedagang kembali untuk menguburkan mayat Bangsacara.
Dalam perjalanan lanjutannya ke Kerajaan Pacangan,
sang Saudagar lalu bercerita kepada sang Raja tentang mayat yang telah ia
kubur. Betapa terkejutnya sang Raja bahwa mayat itu adalah mayat Bangsacara.
Dimana sampai sekarang air tempat matinya sang patih tersebut sangat jernih
hingga meskipun jarum diceburkan ke air tersebur jarum tetap terlihat.
Karena Raja Abidarba tidak percaya dengan berita
tersebut maka sang Raja pergi ke tempat tinggal sang patih Bangsacara dan Ratu
Patmi. Disana karena mengetahi patih bangsacara tewas akhirnya sang Raja
Abidarba memutuskan menancapkan tongkatnya dan akhirnya mengenggelamkan dirinya
lautan.
Kamis, 10 Agustus 2017
DEMOGRAFI DESA
A.
KONDISI GEOGRAFI DESA
Masaran adalah Desa yang berada di
Kecamatan Trageh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Indonesia. Dilihat dari segi
geografis, Desa Masaran terletak di wilayah Kecamatan Trageh Kabupaten
Bangkalan dengan luas ± 4,64 KM2.
Batas-batas wilayah Desa Masaran sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Burneh,
timur berbatasan dengan Desa Pacangan,
utara berbatasan dengan Desa Pamorah
dan selatan berbatasan dengan Desa Bancang.
Keadaan Topografi desa Desa Masaran
adalah dataran sedang dengan ketinggian 24 m dpl., dengan suhu udara rata-rata
27 ̊ C, dan curah hujan rata-rata pertahunnya 35,32 mm/hari.
Jarak Desa Masaran ke Pusat Pemerintahan :
Ke
Kecamatan : 5 Km
Ke
Kabupaten : 18 Km
Jumlah dusun di Desa Masaran ada
lima, yaitu dusun Mangger, dusun Masaran tengah, dusun Karang
Bunut, dusun Masaran Laok, dan dusun Nyantren.
KEPENDUDUKAN
Populasi penduduk di Desa Masaran
ini tergolong rendah dibandingkan daerah lainnya di kecamatan Trageh. Jumlah penduduk Desa
Masaran pada tahun 2016 sebanyak 1.779 jiwa, dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 901 jiwa dan perempuan
sebanyak 878 kepala
keluarga
pada tahun 2016 seluruh 227 kepala keluarga.
Jumlah keluarga miskin pada tahun 2016 sebanyak
20 kepala keluarga, jumlah keluarga sejahtera sebanyak 115 kepala
keluarga, jumlah
keluarga mampu sebanyak 92 kepala keluarga.
B.
STUKTUR PEMERINTAHAN
Seperti
desa lainnya, desa Masaran memiliki struktur pemerintahan yang digunakan untuk
pembagian tugas desa menurut jabatan masing-masing. Secara umum desa dibawah
naungan kepala desa. Berikut struktur desa secara umum:
Gambar 2.1
Gambar Struktur Pemerintahan Secara Umum
Kades
menaungi 3 kaur, dengan struktur sebagai berikut:
Gambar 2.2 Gambar
Struktur Pemerintahan Berdasarkan Kaur
C.
MATA PENCAHARIAN
Sebagian besar penduduk Desa Masaran mata pencahariannya
adalah sebagai Petani. Selain petani penduduk Desa Masaran mata pencahariannya
sebagai pengerajin bambu, PNS, tukang kayu, pekerja bangunan dll. Berikut data
mata pencaharian penduduk Desa Masaran:
No
|
Sektor
|
Jumlah
|
1
|
Pengerajin bambu
|
5
|
2
|
PNS
|
2
|
3
|
Sopir
|
8
|
4
|
Pekerja Bangunan
|
30
|
5
|
Tukang Kayu
|
1
|
7
|
Produsen krupuk
|
2
|
8
|
Peternak
|
40
|
9
|
Petani
|
556
|
Tabel 2.3 Tabel Mata Pencaharian Desa Desa Masaran
D.
SARANA PRASARANA
Seperti desa yang lainnya, desa Desa Masaran mempunyai
sarana dan prasarana. Berikut ini sarana dan prasana yang dilihat dari berbagai
sektor.
NO
|
SEKTOR
|
JUMLAH
|
KESEHATAN
:
|
||
1
|
POSYANDU
|
1
Unit
|
2
|
PUSTU
|
1
Unit
|
3
|
BIDAN
DESA
|
1
Orang
|
PENDIDIKAN
:
|
||
1
|
TK
/ RA / BA
|
-
|
2
|
Madrasah
Diniyah
|
1
Unit
|
3
|
SD
/ MI
|
1
Unit
|
4
|
SMP
/ MTs
|
-
|
5
|
PONPES / Yayasan
|
1
Unit
|
6
|
SMK
|
-
|
SARANA
IBADAH :
|
||
1
|
MASJID
|
2
Unit
|
2
|
MUSHOLLA/LANGGAR
|
227
Unit
|
Tabel 2.4 Sarana
Prasarana Desa Desa Masaran
E.
SOSIO CULTURAL
Masyarakat Masaran dikenal dengan sikap
dan prilaku amaliyah keislamannya dengan shalawatan, kebersamaan dalam
bergotong royong untuk kebaikan, hubungan famili yang akrab, baik karena ada
hubungan darah maupun hubungan tetangga dan persahabatan. Masyarakat Masaran
memiliki jiwa pekerja keras, ulet dan terampil. Hal ini dapat terlihat apabila
terdapat kegiatan bersih desa.
Ada banyak budaya dan tradisi di Desa Masaran
antara lain sebagai berikut:
1. Ta’ziyah
Bila tetangga, kerabat
dan orang yang dikenalnya meninggal dunia, maka tanpa diperintah masyarakat
datang berta’ziah/melayat. Ini biasa dilakukan oleh ibu-ibu, sedangkan orang
laki-laki datang melayat saat acara tahlil di malam hari ba’dha maghrib.
2. Tahlilan 7 hari
Orang yang meninggal
mulai dari malam pertama sampai ketujuh dibacakan tahlil oleh bapak-bapak, anak
muda dan anak-anak kecil tanpa melalui undangan. Mereka datang atas kehendak sendiri
hadir untuk baca tahlil. Biasanya
pada malam ketujuh orang hadir baca
tahlil diberi konsumsi Mi instans. Adanya komsumsi tersebut mendorong anak-anak
kecil berdatangan hadir baca tahlil.
3. Jenguk Orang Sakit
Sudah menjadi tradisi
bila saudara, tetangga, rekan kerja dan orang yang dikenalnya jatuh sakit dan
off name di rumah sakit, maka masyarakat datang menjegukknya. Biasanya saat
menjeguk, membawa sesuatu atau uang untuk disumbangkan pada yang sakit.
4. Jenguk Orang Melahirkan
Ibu-ibu sudah terbiasa
menjeguk kerabat, tetengga dan teman yang melahirkan dengan membawa peralatan
bayi, terutama seorang ibu yang pernah malahiran dan dijeguk. Masyarakat merasa
hutang budi dijeguk kapada orang-orang yang sudah menjeguknya saat dia
melahirkan.
5. Walimatul uruz
Sebelum susudah akad
nikah dilansungkan, orang tua penganten laki-laki dan perempuan mengundang
kerabat, tetangga dan teman dalam jumlah banyak guna bersama-sama membaca doa
barokah/doa restu untuk kedua mempelai. Kemudian dilansungkan serah terima
pengantin pria kepada Keluarga Penganten perempuan. Hal ini biasanya dilakukan
oleh kiyai yang mewakili orang tua penganten pria.
6. Pelet Kandung
Saat ibu hamil memasuki
bulan ketujuh, Tenggkepan digelar dengan mengundang kerabat, tetangga dan teman
guna bersama-sama
membaca doa untuk keselamatan ibu dan anak yang akan dilahirkan ke dunia.
7. Haul
Orang yang sudah
meninggal dapat satu tahun dari waktu wafatnya, keluarganya menggelar haul dengan
mengundang kerabat, tetangga dan teman gunabersama-sama membaca tahlil dan doa
untuk Si Mayit.
8. 40 hari
Orang yang sudah
meninggal dapat 40 hari dari waktu wafatnya, keluarganya menggelar acara 40 hari dengan mengundang
kerabat, tetangga dan teman gunabersama-sama membaca tahlil dan doa untuk Si
Mayit.
9. 100 hari
Orang yang sudah
meninggal dapat 100 hari dari waktu wafatnya, keluarganya menggelar acara 100 hari dengan mengundang
kerabat, tetangga dan teman gunabersama-sama membaca tahlil dan doa untuk Si
Mayit.
10. 1000
hari
Orang yang sudah
meninggal dapat 1000 hari dari waktu wafatnya, keluarganya menggelar acara 1000 hari dengan mengundang
kerabat, tetangga dan teman gunabersama-sama membaca tahlil dan doa untuk Si
Mayit.
11. Selamatan
Sebelum berangkat ke Makkah,
Calon jamaah haji menggelar acara selamatan
dengan mengundang kerabat, tetangga dan teman gunabersama-sama membaca
doa agar selamat berangkat dan pulangnya.
12. Seni
Budaya
Shalawatan merupakan
tradisi budaya di desa Masaran
yang diadakan setiap malam jum’at h dengan
menyanyikan shalawat kepada nabi dengan
menggunakan alat musik hadrah. Selain dilaksanakan secara rutin setiap malam jum’at,
diadakannya juga sholawatan safari yang dilaksanakan setiap 15 hari sekali di
malam hari ba’da isya’.
F.
KONDISI SOSIAL EKONOMI
Desa Masaran terletak di kecamatan Trageh kabupaten Bangkalan, yang lokasinya berada dekat
dengan jalan Tol Suramadu. Desa Masaran terbagi menjadi 5 dusun, yaitu Masaran
Tengah, Masaran Laok, Nyantren, Karang Bunud dan Masaran Tengah dengan potensi
sumber daya alam desa berupa bambu yang melimpah, sehingga masyarakat Desa
Masaran banyak yang bekerja sebagai pengerajin bambu yang menghasilkan
kerajinan tangan berupa kerai bambu. Mata
Pencaharian terbesar
di Desa Masaran adalah petani, terhitung sekitar
556 orang di desa Masaran
adalah seorang petani, dan yang lainnya
bekerja sebagai, kuli
bangunan, peternak,
tukang kayu, Pegawai Negeri dan sebagainya. Sebagian besar
masyarakat Desa Masaran bekerja sebagai petani namun untuk mengisi waktu luang masyarakat mempunyai
pekerjaan sampingan yakni
pengerajin bambu karena sumber daya
alam yang terbesar di Desa Masaran yakni bambu yang tumbuh subur di wilayah
desa.
Desa Masaran yang letaknya
strategis berada dekat dengan jalan akses menuju suramadu sehingga membuka
peluang untuk warga membuka usaha mikro para warga desa Masaran untuk berjualan
disekitar akses jalan suramadu. Sumber daya alam yang memadai memungkinkan
kerajinan yang telah dibuat untuk di pasarkan sebagai oleh-oleh khas dari Desa
Masaran.
Di Desa Masaran ada beberapa
industri antara lain industry kecil, pertokoan dan warung. Industry kecil ada 5
buah, industry pertokoan ada 77 buah sedangkan warung ada 13 buah. Semua
industry ini dibuat dan dijalankan langsung oleh masyarakat Masaran.
Dari ketiga industry tersebut, industry
pertokoan yang paling banyak dimana hampir semua rumah yang ada di Desa Masaran
memiliki toko mulai dari warung makan dan toko-toko yang menjual kebutuhan sehari-hari
dan yang lain. Sehingga kebutuhan yang di perlukan warga Desa Masaran
bisa di penuhi. Namun sebagaian warga ada yang masih membeli barang keperluannya
di luar Desa Masaran yaitu di pusat
pasar di Desa Tambing
kecamatan Tragah.
G.
KLASIFIKASI KESEJAHTERAAN DESA
Persepsi kesejahteraan penduduk desa Desa Masaran
juga dapat diukur berdasarkan kondisi kesehariannya mulai dari penghasilan,
pekerjaan, dan tempat tinggalnya. Berikut beberapa klasifikasi kesejahteraan
desa Desa Masaran:
1. Berdasarkan
Kelas Kesejateraan
INDIKATOR
|
KELAS KESEJAHTERAAN
|
||
KAYA
|
SEDANG
|
MISKIN
|
|
Penghasilan
|
Rp.3.000.000,-
|
Rp.1.500.000,-
|
±
Rp.500.000,-
|
Pekerjaan
|
Pekerja
bangunan dan tenaga kerja Indonesia
|
Pengerajin
bambu, dan peternak (Sapi, kambing, ayam, dan bebek)
|
Petani,
dan pekerja serabutan
|
Kendaraan
Bermotor
|
Mobil dan sepeda motor
|
Sepeda
Motor
|
Tidak
punya motor
|
Rumah
|
Gedung
berukuran nesar dan berlantai keramik
|
Gedung/kayu
berukuran sedang dan berlantai keramik / tegel
|
Terbuat
dari kayu / gedek (Tabing) berukuran kecil dan berlantai semen / tanah
|
Tabel 2.5
Klasifikasi Kesejahteraan Berdasarkan Kelas Kesejahteraan
2.
Berdasarkan
Ciri-Ciri Masyarakat
CIRI-CIRI ORANG MISKIN
|
CIRI-CIRI ORANG MAMPU
|
Ø Tidak
mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari
Ø Tidak
punya perhiasan (Emas)
Ø Penghasilan
kecil dan tidak tetap
Ø Kerja
petani
Ø Makan
kurang bergizi
Ø Tidak
punya WC
Ø Banyak
hutangan
Ø Lantai
tanah atau semen
Ø Sekolah
tidak tamat SD / maksimal SD
|
Ø Banyak
uang
Ø Punya
perhiasan banyak (Emas)
Ø Rumah
besar dan berlantai keramik
Ø Perabot
rumah lengkap
Ø Pakaian
atau HP bagus
Ø Punya
kendaraan bermotor
Ø Makanan
4 sehat 5 sempurna
Ø Bisa
memenuhi segala kebutuhan
Ø Berpendidikan
; minimal SMA hingga keperguruan tinggi
|
Tabel 2.6
Klasifikasi Kesejahteraan Berdasarkan Ciri-ciri Masyarakat Miskin dan Mampu
Langganan:
Komentar (Atom)
