Sabtu, 22 Juli 2017

Kegiatan Anak-Anak Desa Masaran



Masaran – Wacana Fullday School yang dicanangkan oleh Kemendikbud (Kementran Pendidikan dan Kebudayaan) layaknya sudah lebih awal diterapkan oleh masyarakat Desa Masaran. Tentunya dengan konsep yang sedikit berbeda dengan yang dicanangkan oleh Kemendikbud. Masyarakat Desa Masaran sendiri masih memegang teguh kepercayaan dari terdahulunya, dimana kepandaian tidak mutlak hanya diperoleh melalui sekolah umum saja, melainkan juga melalui pendidikan agama (pendidikan Kerohanian dan Budi Prakerti).
Kebanyakan anak-anak Desa Masaran masih mengenyam pendidikan antara jenjang SD, SMP/Mts, SMA/MA/SMK, dimana rata-rata dari mereka yang menganyam pendidikan dijenjang tersebut masih menyempatkan waktunya untuk sekolah madrasah.
Sekolah Madrasah sendiri dimulai antara pukul 02:00 – 21:00 WIB. Dengan total keseluruhan murid siswa dan siswinya kurang lebih adalah 90 anak, terdiri dari anak-anak desa Masaran sendiri dan desa tetangga. Tidak hanya madrasah, sebagian dari mereka masih mengikuti kegiatan menghafalkan Al-Qur’an selepas shalat Subuh.
Untuk sekolah madrasah sendiri libur hari jum’at. Namun khusus pada hari kamis malam terdapat program pelatihan shalawatan.

Kamis, 20 Juli 2017

Visi dan Misi Desa Masaran

Visi :
  1. Makin meningkatnya peran masyarakat dalam pembangunan.
  2. Makin baiknya kebijakan-kebijakan pemerintah desa dalam penyelengaraan pemerintahan desa.
  3. Makin baiknya kualitas pembangunan desa di segala bidang.
  4. Makin meningkatnya kesejahteraan kehidupan dari masyarakat
  5. Pemberdayaan Sektor Pertanian.
Misi :
  1. Menyelenggarakan pemerintahan desa yang efisien, efektif, dan bersih dengan mengutamakan masyarakat .
  2. Mengembangkan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan dalam pelaksanaan pembangunan desa.
  3. Mengembangkan perekonomian desa.
  4. Menciptakan rasa aman, tentram, dalam suasana kehidupan desa yang demokratis dan agamis.

Sabtu, 15 Juli 2017

Profil Desa Masaran

Masaran merupakan salah satu desa yang terletak di area sekitar akses jalan tol yang menghubungkan antara surabaya dan madura atau yang biasa disebut tol Suramadu. Desa masaran juga dekat dengan kotamadya Bangkalan. butuh waktu sekitar 10 menit untuk menempuh perjalanan dari bangkalan ke desa masaran, dan butuh waktu sekitar 20 menit untuk menempuh perjalanan dari surabaya ke desa masaran melalui tol Suramadu.
Desa Masaran, Tragah, Bangkalan, Jawa Timur terbagi atas 5 Dusun, yakni Masaran Laok, Masaran Tengah, Masaran Karanbunut, Penyantren, dan Mangger. Dengan mayoritas penduduk desa adalah bermata pencaharian sebagai petani (Padi, Jagung, Kacang tanah, serta tanaman penghasil makanan pokok yang lainnya) dan Peternak(Ayam, Bebek, Sapi, dll). Untuk tekstur tanah desa masaran sendiri tergolong subur, dimana perkebunan sekitar rumah dapat ditanami buah-buahan (Pisang, Rambutan, Mangga, Kelengkeng, dll).
Desa Masaran sendiri letaknya sangat strategis yang mana berbatasan dangan akses jalan Suramadu. Sedangkan untuk akses jalan Desa dan antar Desa sudah banyak yang diaspal. Namun masih kurang terawat sehingga kondisi tekstur aspalnya kurang bagus. Serta masih banyak memerlukan saran dan prasarana seperti halnya lampu sebagai penerangan jalan.
Terdapat beberapa perkumpulan organisasi kepemudaan di Desa Masaran, antara lain: Karang taruna yang saat ini vakum, Muslimat NU, Kumpulan Banjari, Pencak silat, dll.
Dikarenakan adanya gejolak politik, seperti adanya pemilihan kepala desa maka karang tarauna di Desa ini selalu mengalami pasang surut karena adanya pergantian ketua  pengurus karang taruna.
Potensi yang dimiliki Desa Masaran sendiri adalah Bambu, hal ini dikarenakan hampir diseluruh samping rumah penduduk desa terdapat tanaman bambu.
Potensi tersebut masih kurang dikelola, kebanyakan penduduk hanya memanfaatkan bambu sebagai pembatas kandang sapi, ayam, bebek, dan lain-lain, serta sebagai pembuatan kereh (dijual masih belum dihias). Kebanyakan masyarakat masih belum mampu memanfaatkan potensi bambu tersebut secara maksimal. Hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan, serta kurang adanya sosialisasi dari aparatur Desa.