Masaran – Wacana
Fullday School yang dicanangkan oleh Kemendikbud (Kementran Pendidikan dan
Kebudayaan) layaknya sudah lebih awal diterapkan oleh masyarakat Desa Masaran. Tentunya
dengan konsep yang sedikit berbeda dengan yang dicanangkan oleh Kemendikbud.
Masyarakat Desa Masaran sendiri masih memegang teguh kepercayaan dari terdahulunya,
dimana kepandaian tidak mutlak hanya diperoleh melalui sekolah umum saja,
melainkan juga melalui pendidikan agama (pendidikan Kerohanian dan Budi
Prakerti).
Kebanyakan
anak-anak Desa Masaran masih mengenyam pendidikan antara jenjang SD, SMP/Mts,
SMA/MA/SMK, dimana rata-rata dari mereka yang menganyam pendidikan dijenjang
tersebut masih menyempatkan waktunya untuk sekolah madrasah.
Sekolah
Madrasah sendiri dimulai antara pukul 02:00 – 21:00 WIB. Dengan total
keseluruhan murid siswa dan siswinya kurang lebih adalah 90 anak, terdiri dari
anak-anak desa Masaran sendiri dan desa tetangga. Tidak hanya madrasah, sebagian
dari mereka masih mengikuti kegiatan menghafalkan Al-Qur’an selepas shalat
Subuh.
Untuk
sekolah madrasah sendiri libur hari jum’at. Namun khusus pada hari kamis malam terdapat
program pelatihan shalawatan.


