Selain
berprofesi sebagai petani masyarakat desa Masaran juga bertenak. Namun,
masyarakat desa Masaran beternak bukan menjadi satu-satunya atau profesi tetap
harian mereka. Masyarakat desa masaran beternak hanya untuk mengisi waktu
luang. Sehingga peternakan yang mereka lakukan hanyalah peternakan dalam skala
kecil atau skala rumahan.
Pendapatan dari hasil peternakan
tidak menjadi patokan atau tidak menjadi tulang punggung pemasukan untuk
menghidupi keluarganya. Bahkan tak jarang masyarakat desa masaran beternak
hanya untuk di konsumsi sendiri. Hanya ada beberapa peternak yang mempunyai
ternak dalam skala untuk di jual.
Profesi peternakan di desa masaran
ada banyak macamnya, antara lain:
1. Ternak
bebek terbagi menjadi dua yaitu ternak bebek rumahan dengan masa tinggal selama
7 bulan. Mulai dari kecil hingga bebek bertelur. Yang kedua adalah bebek
potong, dimana bebek potong ini dipelihara selama 40 hari. Namun, bebek potong
ini harus makan pur dan bebek potong ini hanya dapat dimanfaatkan dagingnya
saja. Sayangnya, masyarakat desa masaran hanya beternak bebek biasa atau bebek
rumahan.
2. Ternak
ayam di desa masaran menjadi salah satu prioritas peternakan yang diandalkan
oleh masayarakat desa masaran. Masa ternak ayam kampung selama 6 bulan hingga
ayam bertelur dan bisa dijual.
3. Ternak
sapi tidak terlalu di minati oleh masyarakat desa masaran. Karena ternak sapi
memiliki masa ternak yang cukup lama sehingga masyarakat desa masaran tidak
terlalu diminati. Dengan luasnya lahan pertanian yang ada di desa masaran
seharusnya masyarakt lebih giat dalam beternak sapi. Karena lebih mudah
mendapatkan pakan.
Dari macam-macam peternak diatas yang tetap
berpenghasilan besar adalah ternak ayam, selanjutnya adalah ternak bebek dan yang
terakhir adalah ternak sapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar