Julukan yang baik
adalah salah satu kebanggaan yang luar biasa untuk setiap mereka yang
mendapatkannya. Sama halnya dengan julukan kampung sholawat yang sedang di
rintis oleh salah satu ustad dari desa Masaran kecamatan Tragah kabupaten
Bangkalan. Keinginan dan tekad yang kuat membuatnya terus berusaha dan berjuang
sekuat tenaga untuk mempu mewujudkan cita-citanya yang sederhana namun luar
biasa.
Julukan kampung sholawat yang di pelopori oleh ustad Nidhom ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat desa masaran. Hal ini dapat dilihat dari intensitas seringnya shalawatan yang ada di desa Masaran. Kegiatan shalawatan ini tidak lepas dari usaha ustad Nidhom dalam mendirikan sebuah grup sholawat yang di beri nama As-Syifa. Kehadiran As-Syifa memberikan angin segar untuk masyarakat desa Masaran. Hampir setiap kegiatan masyarakat desa masaran mulai dari syukuran hingga nikahan menghadirkan As-Syifa untuk mengisi acara sekaligus memeriahkan acara yang sedang di gelar.
Julukan kampung sholawat yang di pelopori oleh ustad Nidhom ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat desa masaran. Hal ini dapat dilihat dari intensitas seringnya shalawatan yang ada di desa Masaran. Kegiatan shalawatan ini tidak lepas dari usaha ustad Nidhom dalam mendirikan sebuah grup sholawat yang di beri nama As-Syifa. Kehadiran As-Syifa memberikan angin segar untuk masyarakat desa Masaran. Hampir setiap kegiatan masyarakat desa masaran mulai dari syukuran hingga nikahan menghadirkan As-Syifa untuk mengisi acara sekaligus memeriahkan acara yang sedang di gelar.
Niat baik akan berujung baik. Itulah harapan sederhana
dari ustad nidhom yang saat ini terus berusaha mengembangkan As-Syifa dengan
berbagai agenda rutin. Suara merdu As-Syifa selalu menggema di bawah naungan
kubah masjid yang ada di dusun Masaran tengah pada malam jum’at. Selain untuk
terus melatih kekompakan dengan latihan rutin As-syifa merubah aura desa
Masaran menjadi lebih religius.
Kreasi lagu yang dihasilkan membuat As-Syifa tidak
monoton untuk selalu dihadiri oleh para penggemarnya. Dengan 20 personil tetap
As-Syifa terus tumbuh dan berkembang agar dapat mewujudkan cita-cita mulianya
dengan menjadikan desa Masaran sebagai kampung Sholawat. Dan juga santri dan
santriwati yang senantiasa hadir dalam meng khidmat kan shalawatan ini patut di
acungi jempol.
Perjalanan yang dilalui tentulah tidak mudah. Namun,
semangat mereka membuat jalan yang seharusnya berat untuk di tempuh kian
melesat maju dengan pesat. Tidak hanya itu semua yang telah dikerjakan dan apa
yang telah diraih tentunya tidak lepas dari pertolongan Allah SWT.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar