Masaran
merupakan salah satu desa yang terletak di area sekitar akses jalan tol yang
menghubungkan antara surabaya dan madura atau yang biasa disebut tol Suramadu.
Desa masaran juga dekat dengan kotamadya Bangkalan. butuh waktu sekitar 10
menit untuk menempuh perjalanan dari bangkalan ke desa masaran, dan butuh waktu
sekitar 20 menit untuk menempuh perjalanan dari surabaya ke desa masaran
melalui tol Suramadu.
Desa Masaran, Tragah, Bangkalan, Jawa Timur terbagi atas 5 Dusun, yakni Masaran Laok, Masaran Tengah, Masaran Karanbunut, Penyantren, dan Mangger. Dengan mayoritas penduduk desa adalah bermata pencaharian sebagai petani (Padi, Jagung, Kacang tanah, serta tanaman penghasil makanan pokok yang lainnya) dan Peternak(Ayam, Bebek, Sapi, dll). Untuk tekstur tanah desa masaran sendiri tergolong subur, dimana perkebunan sekitar rumah dapat ditanami buah-buahan (Pisang, Rambutan, Mangga, Kelengkeng, dll).
Desa Masaran, Tragah, Bangkalan, Jawa Timur terbagi atas 5 Dusun, yakni Masaran Laok, Masaran Tengah, Masaran Karanbunut, Penyantren, dan Mangger. Dengan mayoritas penduduk desa adalah bermata pencaharian sebagai petani (Padi, Jagung, Kacang tanah, serta tanaman penghasil makanan pokok yang lainnya) dan Peternak(Ayam, Bebek, Sapi, dll). Untuk tekstur tanah desa masaran sendiri tergolong subur, dimana perkebunan sekitar rumah dapat ditanami buah-buahan (Pisang, Rambutan, Mangga, Kelengkeng, dll).
Desa
Masaran sendiri letaknya sangat strategis yang mana berbatasan dangan akses
jalan Suramadu. Sedangkan untuk akses jalan Desa dan antar Desa sudah banyak
yang diaspal. Namun masih kurang terawat sehingga kondisi tekstur aspalnya
kurang bagus. Serta masih banyak memerlukan saran dan prasarana seperti halnya
lampu sebagai penerangan jalan.
Terdapat
beberapa perkumpulan organisasi kepemudaan di Desa Masaran, antara lain: Karang
taruna yang saat ini vakum, Muslimat NU, Kumpulan Banjari, Pencak silat, dll.
Dikarenakan
adanya gejolak politik, seperti adanya pemilihan kepala desa maka karang
tarauna di Desa ini selalu mengalami pasang surut karena adanya pergantian
ketua pengurus karang taruna.
Potensi
yang dimiliki Desa Masaran sendiri adalah Bambu, hal ini dikarenakan hampir
diseluruh samping rumah penduduk desa terdapat tanaman bambu.
Potensi
tersebut masih kurang dikelola, kebanyakan penduduk hanya memanfaatkan bambu
sebagai pembatas kandang sapi, ayam, bebek, dan lain-lain, serta sebagai
pembuatan kereh (dijual masih belum dihias). Kebanyakan masyarakat masih belum
mampu memanfaatkan potensi bambu tersebut secara maksimal. Hal ini dikarenakan
keterbatasan pengetahuan, serta kurang adanya sosialisasi dari aparatur Desa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar